Sejarah, saya yakin setiap orang setuju, bila manusia memulai kehidupan karena dilatarbelakangi sejarah, apakah itu sejarah asal mula pertemuan kedua orang tua kita atau sejarah yang secara tidak sadar kita ukir setiap hari.
Pengertian sejarah, sering kali diartikan sebagai sejarah masa lampau, dimana pada saat manusia diptakan hingga terlahir, dan mungkin dalam makna yang lebih sempit, kita mendefinisikan sejarah sebagai cerita kehidupan perjuangan pahlawan kita.
Pengertian sejarah sendiri terlalu banyak versinya, namun di dalam pengertian yang saya miliki, sejarah adalah sebuah catatan hari ini, menit ini, bahkan di detik ini bila kita tengah mengukir sesuatu yang akan menjadi sebuah potret untuk dikenang beberapa tahun lagi. Hal inilah yang terjadi di final AFF Suzuki cup 2008. Kompetisi sepak bola yang mempertemukan Negara-negara Asia tenggara itu telah mengakhirinya pada 28 Desember 2008 kemarin, dan untuk pertama kalinya Vietnam meruntuhkan dominasi kuat Singapura dan Thailand.
keberhasilan Vietnam mencapai semifinal pada pentas AFF Suzuki cup 2008 ini sebenarnya kurang di perhitungkan, meraih 2 kemenagan dan 1 kali kalah dari tuan rumah Thailang pada babak penyisihan di grup Bangkok, Vietnam berhasil menjadi runner up, dan di semifinal mereka bertemu Sinagpura yang menyandang juara bertahan yang berhasil menjadi juara grup di Jakarta stelah berhasil mengandaskan Indonesia yang hanya puas sebagai runner up grup.
Semua pengamat sepak bola memprediksikan Singapura dan Thailand akan terus melanjutkan hegemoninya dan akan bertemu di final. Dan sebagian pakar lainnya menjagokan Indonesia akan mampu meruntuk dominasi kedua Negara tesebut. Namun, tidak ada yang menjagokan Vietnam untuk tampil sebagai kampiun pada AFF Suzuki cup edisi kali ini.
Final AFF Suzuki cup 2008 yang ditayangkan langsung oleh salah satu stasiun televise swasta dari My Dinh National Stadium, Vietnam berlangsung sangat ketat, penuh determinasi dan di luar prediksi. Vietnam yang telah unggul 0-1 pada leg pertama di Bangkok, kebobolan Teerasil Dangda pada menit 21 dan gol Thailand ini menyebabkan agregat skor menjadi 1-1.
Saya salut ketika menyaksikan perjuangan Vietnam pada final tersebut, selama 90 menit pertandingan berlangsung, mereka tak pernah berhenti berlari, penuh semangat dan determinasi tinggi. Tujuannya hanya satu; Mengukir sejarah. Namun selama 90 menit pertandingan berlangsung tidak ada gol yang tercipta dan sepertinya pertandingan harus di selesaikan dengan perpanjangan waktu.
Namun semua terbelalak setengah tak percaya, ketika waktu sudah memasuki injury time Le Cong Vinh mencetak gol setelah memanfaatkan tending bebas di dekat area pinalti Thailand, dan akhirnya Vietnam berhasil mengukir sejarah baru. Tim besutan Henrique Calisto tersebut telah menjawab prediksi semua pengamat sepak bola. Vietnam untuk pertama kalinya menjadi juara.
Perlawanan rakyat Vietnam ketika berjuang melawan serdadu (Amerika) pada perang kemerdekaannya, ternyata mengalir dalam darah Le Cong Vinh Dkk, dengan perjuangan heroic dan tak kenal lelah itu, di samping telah berhasil mengukir sejarah, mereka juga telah berhasil mensejajarkan diri dengan Singapura dan Thailand pada pentas sepak bola terbesar se-Asia tenggara tersebut.
Kemudian setelah pertandingan final tersebut selesai, saya masuk kamar lalu berkhayal, andai saja yang mencetak gol fantantis di menit akhir itu adalah Budi Sudarsono atau Firman Utina dan berhasil mengukir sejarah baru untuk pertama kalinya Indonesia menjadi juara AFF Suzuki cup 2008. Tapi sayang, ternyata sejarah masih belum mau memihak Indonesia. Maka muncul pertanyaan dalam benak saya dan segenap rakyak negeri, jadi kapan Indonesia bisa mengukir sejarah?.
No Response to "Mengukir sejarah"
Posting Komentar