Sabtu sore adalah waktu yang pas untuk santai, melepaskan penat selama seminggu penuh, ada sebagian orang yang menghabiskan weekendnya untuk jalan-jalan atau sekedar berkunjung ke rumah dekatnya. Namun bagi saya dan teman-teman kost saya, Sabtu dan Minggu sore adalah waktu wajib untuk duduk di depan televisi menonton acara favorit kami, Termehek-mehek.
Termehek-mehek; adalah sebuah acara reality show yang menyajikan kisah pencarian orang dengan bantuan tim pengelola acara. Produser tim Termehek-mehek, Helmy Yahya mengatakan bahwa acara reality shownya ini telah berhasil menyelesaikan kisah pencarian, di antaranya: ada kisah klien yang mencari orang tua kandungnya, ada lagi klien laki-laki yang menemukan mantan kekasihnya sakit jiwa setelah putus cinta dan masih banyak lagi pencarian yang berhasil diselesaikan oleh tim Termehek-mehek.
Sekian banyak kisah pencarian tim Termehek-mehek tadi telah berhasil melejitkan rating acara tersebut. Mencoba menyaitkan dengan kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir, Nampaknya Suciwati; istri almarhum Munir disarankan untuk menghubungi redaksi tim Terhemek-mehek guna mencari pembunuh Munir karena pada tanggal 30 Desember 2008 kemarin, Muchdi Purwoprandjono telah di vonis bebas dari tuduhan pembunuhan aktivis HAM tersebut .
Berita vonis bebas Muchdi ini mampu mengalahkan top berita lainnya, berita agresi Israel ke Palestina atau berita perayaan tahun baru 2009. Mantan direktur V Badan Intelijen Negara (BIN) ini di vonis bebas karena tuduhan atas pembunuhan Munir tidak sesuai fakta dan saksi yang menguatkan bahwa Muchdi telah memerintahkan Pollycarpus untuk meracun Munir di pesawat.
Sebelumnya, Muchdi dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cirus Sinaga, dengan tuntutan 15 tahun penjara sesuai pasal 55 ayat (1) jo pasal 340 KUHP beserta dakwaan alternatif pertama pasal 55 ayat (1) kedua jo pasal 340 tidak terbukti.
Padahal sebelumnya, Human Right Working telah menemukan beberapa aspek keterkaitan Muchdi dalam pembunuhan Munir, aspek tersebut meliputi dendam, transfer sejumlah uang ke rekening Pollycarpus dan data call record yang tidak ditelusuri serius oleh Majelis hakim.
Aspek dendam masuk dalam salah satu sebab pembunuhan tersebut, karena sejak 1998 ancaman pembunuhan Munir sudah mulai tercium. Hal tersebut dikarenakan posisi Munir sebagai ketua Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) yang banyak menangani kasus hilang aktivis reformasi 1998.
Bukti-bukti tersebut diperkuat dengan penunjukan Pollycarpus ( yang sudah berstatus terpidana) oleh surat edaran BiN sebagai pilot Garuda yang akan dipakai Munir ke Amsterdam waktu itu. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya bukti transfer sejumlah Muchdi ke rekening Pollycarpus.
Akan tetapi, semua bukti dan tuduhan tersebut oleh ketua majelis hakim, Suharto. Menurutnya, kesaksian para saksi dari semua tuduhan tersebut bertolak belakang dengan pengakuan Pollycarpus yang menyangkal keterlibatan Muchdi dalam pembunuhan Munir.
Kasus pembunuhan aktivis HAM yang tidak takut mati ini menjadi sebuah misteri besar, apabila pengadilan di negeri ini tidak ada yang berani mengungkapkan siapa pembunuh Munir sebenarnya. Sekarang saatnya sebuah acara “realiy show” Termehek-mehek mengungkapkan kebenaran terselubung ini, karena selama ini Termehek-mehek telah menyelesaikan masalah-masalah pencarian orang hilang.
Oleh karena itu, selain penulusuran kasur Munir ini akan semakin terbuka dan transparan juga akan memeperkokoh rating acara tersebut sebagai acara terfavorit di negeri ini, karena mencari keadilan di negeri Indonesia masih terbilang sulit atau bisa dikatakan sangat sulit, bukan?.
No Response to "Acara ” Reality Show” keadilan Munir"
Posting Komentar