--
0

Hembusan angin malam, menantangku tak berselimut
Tak ada aura hangat, yang menjadi semangat
Walau detik dunia selalu akan menyengat
Tentang kebersamaan dalam balutan penat

Waktu, seakan mengasingkan aku
Satu per satu dedaunannya gugur, gundul tak seperti dulu
Mudah sang halilintar untuk menyambar Satu
Hingga tergolek lemas tak ada yang membantu

Tentang arti hidup, peristiwa ini mengajarkan semua
Dari abjab A hingga Z yang belum terbuka, sekarang ada
Di hadapanku semuanya berdiri
Mengajari arti sebuah sendiri
Karena aku, terbiasa sendiri

No Response to "Terbiasa sendiri ( puisi )"

Posting Komentar